Kamis, 10 Agustus 2017
Happy,
That's how I feel
Seems like farewell was unexpected in my mind
Presented an illusion
In the shape of 'comfortable' without hoping anything
Covered all of sadness that would come
Just a little bit happy when got prioritized by someone
As it smells sweet flower's nectar
Or feel a butterfly in my stomach
As simple as it.
Such a happiness remembering that moment
How ever we're just a friend
Who could laugh to each other
And made jokes to each other
Without any meaningful complication(s).
I also cant forget about him
Whom suddenly came to me
Being my 'close friend';
Whom also came to my mind
Greeted my morning and drove my night
Accompany me with caring
That could grow this flower inside of me.
I can't imagine; at my past
How he's been told me about his crush, so I did
And at last, became to made each other smiling
No, this is not the end—
Farewell has been seen in front of me
In the middle of my happiness vaguely
Brought the darkness to this story
Had been known that I'm not the happiness that he'd find for
And eventually
He is happy to get what he'd strive for
Look at how he can smile at her happily
From distances I just can smile wryly
Realize that
Farewell—that ends this story—hasn't any goodbyes.
- Sefa, Katarina.2017.Happier -
So don't forget to dream and reach your own 7th sky! See u in another post.
Rabu, 10 Mei 2017
Hancur.
Ekspektasi kadang datang lebih awal dan dengan mudah menjadi sangat tinggi, sedangkan realita yang ada seakan menghempaskan Anda ke jurang yang sangat dalam dan melarang Anda untuk dapat bangkit kembali. Saya merasakan, sangat, bagaimana kejamnya kehadiran dari ekspektasi dan realita ini. Namun ekspektasi, yang tentunya datang dari sebuah harapan dan sebuah kenyataan adalah hal yang saling berkaitan dalam hidup ini. Bisa saja, tidak ada yang dapat hidup tanpanya, bahkan hanya salah satu dari mereka. Jika dipikir-pikir, sangatlah tidak mudah untuk dapat sekedar bertahan hidup dengan utuh dengan kesehatan fisik, psikis, dan harapan di dalamnya. Sekejam itu.
"Tak akan ada hasil yang mengkhianati proses."
-Anonymous-
Kutipan tersebut tentunya sudah tidak asing di telinga Anda, kan? Dengan keadaan saya khususnya saat saya sedang menulis artikel ini, karna benar benar sedang down (fresh dari perasaan terdalam), "Sampah!" itu yang terlintas di pikiran saya. Maksud saya, quotes tersebut hanya sekedar sampah, tak berguna, yang digunakan oleh orang-orang yang takut akan realita yang akan datang ditengah ketidak pastian yang melanda. Munafik bagi saya, untuk menguatkan diri sendiri, disaat Anda sebenarnya sedang berharap terlalu tinggi terhadap sesuatu.
Kecewa, itu yang benar-benar saya rasakan saat menulis ini. Seakan semua yang saya punya, terambil begitu saja. Harapan, semangat, materi, janji-janji, kebahagiaan, semua terambil begitu saja dalam hitungan detik mungkin, namun disertai perjuangan ditengah ketidak pastian yang cukup memakan waktu dan menguras tenaga, serta biaya tentunya.
Semua bodoh! Terutama saya, yang teramat bodoh, mengambil resiko dan berharap terlalu besar pada apa yang disebut dengan 'ketidak pastian'. Bodoh karena masih berusahaa tegar dan menguatkan diri. Bodoh mengandalkan segenap tulang-tulang saya yang patah untuk dapat menyusun organ dalamnya untuk menjadi satu rangka manusia yang utuh lagi. Bodoh, karena berpikir akan ada seorang malaikat pelindung yang menjamin dan menyelesaikan semuanya. Bodoh karena berpikir, hidup ini mudah, tinggal mengandalkan Tuhan saja. Bodoh! Saya mungkin terlalu bodoh untuk dapat bertahan hidup secara utuh di dunia yang kejamnya tak tertolong seperti ini.
Berlebihan? Iya, sangat. Mungkin ketika saya tidak menanggapinya berlebihan dan cenderung santai-santai saja, masalahnya tidak akan serumit ini. Terkadang, kesedihan yang merupakan jati diri Anda, Anda akan merasa lebih baik, daripada Anda menjadi orang yang sok tegar dan berujung tidak menjadi diri Anda sendiri. Sungguh tekanan yang sangat berat ketika Anda dipaksa untuk tidak menjadi diri Anda sendiri, bukan?
Lalu saya ingin menyalahkan siapa? Tuhan? Hidup saya tidak semenyedihkan itu, sehingga saya menyalahkan Tuhan, yang notabene telah memberikan saya nafas secara gratis dan menyertai saya sepanjang hidup saya. Takdir? Sebenarnya apa itu takdir? Sesuatu yang tidak nyata, bukan? Sesuatu yang menggaris luruskan jalan hidup Anda seakan Anda adalah seorang peramal. Ya, bagi saya, pihak yang patut disalahkan adalah diri sendiri. Tidak dalam cara yang brutal tentunya, sekadar agar kekecewaan internal Anda tidak menyinggung pihak lain dan membuat masalah baru. Bukan sebuah kesalahan atau kelemahan, kok, ketika Anda menganggap diri Anda bodoh. Toh nantinya Anda juga dapat memperbaikinya.
Namun kenyataannya, harapan saya telah hilang. Sekeras apapun saya mencoba bangkit, seakan realita tidak menghendakinya, dan ekspektasi hanya tertawa melihatnya. Disaat seperti ini, tidak ada yang dapat benar-benar menuntun saya, karena sejujurnya jiwa-jiwa seperti ini butuh bukan hanya sekadar dukungan, tetapi juga tuntutan. Karena, dari hati saya yang paling dalam, kecewa dan mencoba mempercayai apa yang tidak dapat kita lihat, termasuk Tuhan, sangatlah sulit. Merasakan keberadaanNya saja saya tak dapat. Salahkah jika kekecewaan saya sedalam itu? Entahlah.
Ketika orang lain bertanya, kenapa saya se-melankolis ini, jawabannya sangatlah sederhana. Saya hampir tidak pernah lagi merasakan bagaimana mendapatkan sesuatu yang benar-benar saya inginkan tanpa kemunculan ekspektasi yang terlalu tinggi. Kehidupan di masa lalu, membuat saya semakin lama semakin rapuh. Semakin mudah untuk dikecewakan, bahkan oleh hal yang tidak terlihat sekalipun, seperti realita. Dan semakin lama semakin rapuh untuk sekadar bertahan hidup secara utuh di dunia ini.
Setidaknya ada yang dapat saya syukuri. Karena di posisi saya yang sedang down saat ini, saya masih bertahan tanpa setetes air mata yang jatuh membasahi pipi saya, dan setidaknya tidak ada satu goresan pun di tangan saya (wah brutal, hanya bercanda wkwkwk), tidak ada pihak manapun yang dirugikan. Mungkin saya kehilangan harapan dan kehilangan kepercayaan diri, namun saya bangga saya masih dapat percaya dan berpegang teguh pada Tuhan tanpa sedikit pun kecewa denganNya (walaupun memang saya tidak berhak sama sekali untuk kecewa denganNya), dan setidaknya kekecewaan saya tetap menghasilkan sesuatu, yaitu satu artikel blog ini.
Semoga tidak bosan membacanya, karena sepenuhnya ini curahan hati saya.
So, don't forget to dreams and reach your own 7th sky.
-Sheefa-
Sabtu, 11 Maret 2017
Melancholic Teenager #3
Dunia terkadang memang tidak adil
Menciptakan sebuah candaan bertajub 'nasib'
Seakan semua pihak menyalahkannya
Atas apa yang terjadi
Tunggu... Menyalahkan siapa?
Pihak yang bahkan tak diketahui bagaimana rupanya?
Pihak yang bahkan tak diketahui keberadaannya?
Bodoh jika terus menerus meratapinya
Seakan hidup Anda tak berguna
Namun nyatanya, untuk bangkit tak semudah menjamah tanah
'Dunia' akan menghadirkan ketidak adilannya
Di tengah usaha mewujudkan ekspektasi
Seakan 'dunia' meminta diratapi
Saking malangnya...
Ekspektasi dan realita menjadi anggotanya
Datang silih berganti ke dalam tiap manusia
Mendalangi banyak kisah yang menjadi memori
Terdaftar dalam barisan kekecewaan masa lalu
Yang terkadang meminta tetesan air mata tiap mengingatnya
Terkadang aku bertanya
Mengapa manusia tak pernah berhenti berharap
Jika realita saja sudah cukup membuat manusia kecewa
Mengapa ekspektasi harus hadir di awal cerita?
- Sefa, Katarina.2017.Unfair -
So, don't forget to dream and reach your own 7th sky.
Menciptakan sebuah candaan bertajub 'nasib'
Seakan semua pihak menyalahkannya
Atas apa yang terjadi
Tunggu... Menyalahkan siapa?
Pihak yang bahkan tak diketahui bagaimana rupanya?
Pihak yang bahkan tak diketahui keberadaannya?
Bodoh jika terus menerus meratapinya
Seakan hidup Anda tak berguna
Namun nyatanya, untuk bangkit tak semudah menjamah tanah
'Dunia' akan menghadirkan ketidak adilannya
Di tengah usaha mewujudkan ekspektasi
Seakan 'dunia' meminta diratapi
Saking malangnya...
Ekspektasi dan realita menjadi anggotanya
Datang silih berganti ke dalam tiap manusia
Mendalangi banyak kisah yang menjadi memori
Terdaftar dalam barisan kekecewaan masa lalu
Yang terkadang meminta tetesan air mata tiap mengingatnya
Terkadang aku bertanya
Mengapa manusia tak pernah berhenti berharap
Jika realita saja sudah cukup membuat manusia kecewa
Mengapa ekspektasi harus hadir di awal cerita?
- Sefa, Katarina.2017.Unfair -
So, don't forget to dream and reach your own 7th sky.
Sabtu, 25 Februari 2017
How to Calm Yourself Down
Masa remaja, banyak yang bilang masa peralihan ini ribet. Namanya juga peralihan, pastinya ada aja yang berubah, signifikan atau tidak, tetap saja namanya berubah. Perubahan tidak pernah berjalan mulus dan mudah. Tentu saja untuk berubah dan meninggalkan kebiasaan lama sangatlah sulit. Pastinya itulah yang menyebabkan masa remaja akrab dengan kata galau.
Yang namanya orang galau, pasti konotasinya sudah bukan positif lagi. Identik dengan kebingungan, kesedihan, kesepian, dan kawan-kawan melankolis mereka, galau ini menjadi perasaan relatif dari banyak remaja. Dikit-dikit galau, sakit hati dikit curhat, galau dikit badmood. Ya begitulah kira-kira gambaran dari galau.
Mulai dari kisah cinta sampai makanan bisa jadi bahan untuk menggalau, kawan. Sudah tidak diragukan lagi, kalau remaja sedang jatuh cinta, lalu dibuat patah hati, pastinya akan merasa galau, sedih, sakit hati. Itu sudah mainstream. Karena remaja kekinian membuat apa saja menjadi bahan untuk digalaukan. Seperti makan makanan berlemak atau makan terlalu malam. Ya, makan berlemak dan makan terlalu malam dapat membuat seseorang bertambah gemuk. Itulah yang digalaukan. Berat badan naik 2 kilogram saja sudah merasa naik 10 kilogram entahlah, walaupun menjaga body itu penting, namun ini sih berlebihan.
Sebagai remaja, penulis juga punya masalah yang mungkin juga bakalan cuma muncul pas masa peralihan gini. Kalo dari penulis pribadi, pasti ada perasaan dimana seorang remaja akan merasa annoying dengan orang tua sendiri. Rasanya tidak betah ada di rumah. Dan cenderung akan memprioritaskan teman-teman dibanding keluarga. Annoying disini bagi penulis lebih kepada membatasi seorang remaja yang ingin meng-explore dunianya ini dengan banyak bersosialisasi. Sebagai remaja, penulis sendiri sadar, sekarang penulis bertingkah layaknya seorang pejuang kebebasan. Ingin sekali rasanya untuk dapat berbuat semau dan semampu kita tanpa larangan atau dorongan berlebihan dari orang tua. Bagi penulis, masalah tersebut cukup berdampak tentunya terhadap kepribadian yang makin membingungkan ini. Karena faktor orang tua yang cenderung kaku dan sangat menjunjung tinggi penghormatan terhadap orang yang lebih tua, membuat penulis terkadang merasa tidak dihargai dan bahkan ditekan dan dituntut terus menerus. Rasanya ingin pergi saja dari rumah.
Hal tersebut sebenarnya masih dalam batas wajar. Kebebasan yang dituntut remaja muncul karena berpikir diri mereka dewasa. Bukan sebuah bentuk kedurhakaan kepada orang tua, namun bagaimanapun caranya memang pola pikir remaja dan orang dewasa memang berbeda. Tidak dapat disatukan apalagi dipaksakan dalam 1 pihak.
Penulis telah melalui masa-masa sulit dimana merasa mendapat tekanan berlebihan dari orang tua. Dan setidaknya sudah tidak menjadi beban pikiran lagi.
Jika Anda merasa tertekan karena tidak mendapat support dari satu pihak pun sementara masalah menghujam Anda sederas rintik hujan, maka Anda perlu membaca tips untuk memotivasi diri sendiri berikut ini :
1. Luangkan waktu untuk mengintrospeksi diri
Hal tersebut sebenarnya masih dalam batas wajar. Kebebasan yang dituntut remaja muncul karena berpikir diri mereka dewasa. Bukan sebuah bentuk kedurhakaan kepada orang tua, namun bagaimanapun caranya memang pola pikir remaja dan orang dewasa memang berbeda. Tidak dapat disatukan apalagi dipaksakan dalam 1 pihak.
Penulis telah melalui masa-masa sulit dimana merasa mendapat tekanan berlebihan dari orang tua. Dan setidaknya sudah tidak menjadi beban pikiran lagi.
Jika Anda merasa tertekan karena tidak mendapat support dari satu pihak pun sementara masalah menghujam Anda sederas rintik hujan, maka Anda perlu membaca tips untuk memotivasi diri sendiri berikut ini :
1. Luangkan waktu untuk mengintrospeksi diri
Introspeksi diri bukanlah hal yang sepele dan dianggap hanya membuang-buang waktu. Terkadang, Anda harus meluangkan sedikit waktu dari kesibukan kita untuk dapat merenungkan apa saja yang telah kita lakukan atau setidaknya hanya menjaga pikiran Anda agar tetap berkepala dingin dalam mengambil keputusan. Cukup dengan terlepas dari gadget, televisi, dan sebagainya serta menunda sejenak pekerjaan Anda, Anda sudah dapat berpikir dengan lebih jernih. Mengintrospeksi diri membutuhkan ketenangan diri, untuk terfokus pada satu pemikiran yang dalam dan mengabaikan yang lain terlebih dahulu. Dengan terbiasa untuk memfokuskan pemikiran pada satu masalah, Anda akan lebih tenang menghadapi sesuatu.
2. Menikmati lagu klasik
Semua orang pasti menyukai musik, atau setidaknya dapat menikmati lagu. Dan setiap orang memiliki selera masing-masing dalam hal musik. Ada yang menyukai lagu yang nge-beat seperti pop dan rock, musik swing seperti jazz dan blues, relaxing seperti musik klasik, dan lagu dengan dropping yang asik seperti EDM. Setiap orang pasti memiliki alasan menyukai aliran musik tertentu. Itu jika relatif tentunya. Di saat-saat tertentu, seseorang perlu menikmati aliran musik lain yang sebenarnya 'bukan dia banget'. Musik klasik, mencakup banyak manfaat bagi keadaan psikis manusia. Lagu klasik terbukti dapat meningkatkan IQ manusia, meningkatkan keterampilan dalam bermusik, meningkatkan kepekaan panca indera dan sosial, serta membuat pikiran seseorang menjadi rileks. Mendengarkan musik klasik membuat pikiran seseorang menjadi dingin dan menenangkan.
3. Melakukan hobi secara lebih berkala
Tentunya hobi merupakan kegiatan favorit dari setiap individu. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai, Anda dapat mengungkapkan apa yang ada di pikiran Anda sekedar untuk pelampiasan. Setelah merasa lelah dengan segala kegiatan dipenuhi tuntutan dari berbagai pihak, tentunya hobi menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan dan membuat Anda lebih dapat menjadi diri Anda sendiri. Dengan menjadikan hobi sebagai pelampiasan, setidaknya beban pikiran Anda akan berkurang sesaat, dan tentunya tetap bermanfaat bagi diri Anda sendiri.
4. Memenuhi moodbooster terutama makanan
Bicara soal makanan, sudah tidak mengherankan lagi jika makanan menjadi salah satu penghilang stres. Banyak yang menjadikan makan sebagai pelampiasan dari badmood. Dengan makan, seseorang akan menjadi kenyang, jelas. Tidak hanya itu, kegiatan makan yang mengenyangkan juga terasa menyenangkan. Memakan makanan favorit atau 'yang penting enak' dapat membuat pikiran terfokus pada nikmatnya makanan dan jelas dapat melupakan berbagai masalah yang menghujam Anda.
5. Mengoleksi quotes dari berbagai sumber
Ini juga merupakan salah satu cara ampuh untuk menenangkan diri. Mengoleksi quotes bukan hanya dapat memotivasi diri Anda, tetapi juga Anda dapat belajar memaknai sesuatu secara lebih bermakna dan mendalam. Quotes bukanlah kata-kata tingkat tinggi yang membingungkan, bukan? Quotes adalah hasil pandangan seseorang tentang suatu hal yang menginspirasi dirinya. Dan nyatanya semua orang dapat membuat quote dari diri mereka masing-masing. Mengoleksi dan mencoba membuat sendiri quotes, selain dapat memotivasi diri, juga dapat membantu Anda untuk menemukan jati diri Anda. Membuat quotes membutuhkan pemikiran mendalam, sehingga Anda dapat mengenal diri Anda sendiri dengan lebih intens.
Pada dasarnya, kelima langkah di atas merupakan cara mainstream untuk menenangan diri Anda dalam suasana yang buruk. Anda adalah diri Anda sendiri. Anda pasti memiliki cara tersendiri untuk menemukan solusi terhadap masalah-masalah Anda atau setidaknya dapat menenangkan diri Anda.
So don't forget to dream and reach your own 7th sky.
Sampai jumpa di entri berikutnya.
- Sheefa -
Rabu, 01 Februari 2017
Melancholic Teenager #2
Setidaknya saya tahu
Saya telah melupakannya.
Melupakannya,
Namun bukan menggantinya dengan yang baru.
Nyatanya, saya sekarang terpuruk
Dalam masa dimana saya mengingat masa lalu
Membuka luka lama dan penyesalan yang pernah ada.
Bukan untuk kembali menaruh rasa padanya,
Namun hanya untuk meminta maaf kepadanya
Dan berharap semua kembali seperti semula.
Namun itu sangat mustahil,
Bahkan, ketika waktu memainkan permainannya
Ia juga tak akan sanggup mengabulkan permintaan saya ini.
- Sefa, Katarina. 2017. THROWBACK. -
Don't forget to dream and reach your own 7th sky!
Sampai jumpa di entri berikutnya.
Sabtu, 28 Januari 2017
Melancholic Teenager #1
Betapa bodohnya aku, menyia-nyiakan orang seperti dia. Dia yang selalu ada untukku saat aku membutuhkannya, saat orang lain hanya datang kepadaku untuk keperluan mereka semata.
Betapa jahatnya aku, menyia-nyiakan orang seperti dia. Dia yang dengan tulus menemaniku, disaat yang lain meninggalkanku demi kepentingan mereka masing-masing.
Betapa butanya aku, menyia-nyiakan orang seperti dia. Yang merupakan cermin kebaikan dan hal berharga yang kumiliki, yang kutinggalkan demi memprioritaskan orang yang bahkan tak pernah memprioritaskan diriku.
- Sefa, Katarina. 2017. FRIENDSHIP. -
Don't forget to dream and reach your own 7th sky.
Sampai jumpa di entri berikutnya.
Rabu, 18 Januari 2017
Permulaan.
Hai! Perkenalkan nama saya Sefa. Selamat datang di blog saya.
Saya hanyalah seorang siswa kelas 9 yang bahkan tidak memiliki bakat untuk menulis, menuangkan segala pemikiran yang tidak dapat diungkapkan dengan ucapan ke dalam tulisan. Jadi itulah alasan mengapa blog ini sebenarnya diisi dan akan terus diisi dengan tulisan-tulisan awkward dari seorang Sefa.
Saya hanyalah seorang remaja yang saat ini sedang mengalami masa peralihan menuju kedewasaan. Perubahan tidaklah menyenangkan,juga tidak akan pernah mudah untuk dilakukan. Disinilah saya mengalami masa dimana sangat sulit untuk memotivasi diri, mengubah segala ketakutan dan ketidak pastian menjadi harapan yang harus diperjuangkan untuk diwujudkan. Betapa melankolisnya.
Saya hanyalah seorang anak tunggal dari sebuah keluarga kecil. Kata orang, rumah adalah tempat untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Bagi saya, rumah hanyalah tempat dimana saya merasakan kesepian, tanpa teman nyata yang dapat menemani saya saat sedih maupun senang. Semua hanya berupa imajinasi, atau bisa dibilang penglihatan.
Ayolah, hidup saya tidak seluruhnya semenyedihkan itu :v.
Saya hanyalah seorang siswa kelas 9 yang bahkan tidak memiliki bakat untuk menulis, menuangkan segala pemikiran yang tidak dapat diungkapkan dengan ucapan ke dalam tulisan. Jadi itulah alasan mengapa blog ini sebenarnya diisi dan akan terus diisi dengan tulisan-tulisan awkward dari seorang Sefa.
Saya hanyalah seorang remaja yang saat ini sedang mengalami masa peralihan menuju kedewasaan. Perubahan tidaklah menyenangkan,juga tidak akan pernah mudah untuk dilakukan. Disinilah saya mengalami masa dimana sangat sulit untuk memotivasi diri, mengubah segala ketakutan dan ketidak pastian menjadi harapan yang harus diperjuangkan untuk diwujudkan. Betapa melankolisnya.
Saya hanyalah seorang anak tunggal dari sebuah keluarga kecil. Kata orang, rumah adalah tempat untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Bagi saya, rumah hanyalah tempat dimana saya merasakan kesepian, tanpa teman nyata yang dapat menemani saya saat sedih maupun senang. Semua hanya berupa imajinasi, atau bisa dibilang penglihatan.
Ayolah, hidup saya tidak seluruhnya semenyedihkan itu :v.
"Terkadang, aku hanya menunjukkan sisi kekurangan dan kesedihanku untuk membuatnya merasa lebih baik dari diriku."
- Fadila, Wulan. I Wuf You-
Terkadang memang berkoar tentang kesedihan hidup saya (yang sebenarnya biasa saja, tetapi bagi saya menyedihkan) dapat sedikit memotivasi diri saya untuk dapat berubah menjadi lebih baik.
Bukan hal yang baik membuka sesuatu dengan sebuah kesedihan, maka kembali pada perkenalan yang mainstream.
Saya Sefa, Katarina Yusefanti Prasetyaningrum lengkapnya. Saya adalah seorang siswa kelas 9 di SMPK Mater Dei, Pamulang. Saya adalah anak tunggal dalam keluarga kecil bahagia yang diberikan Tuhan kepada saya. Hobi saya adalah membaca novel (atau Wattpad) dan bermain keyboard.
Sekian perkenalan yang super awkward dan membuang waktu hehehehe. But, this is the real me when I being a blogger, so yea. ^^
Ikuti saya di :
Instagram : @kat.sefa
Wattpad : KatarinaSefa
Copyright ©
Sheefa.
| Powered by
Blogger
Design by
Flythemes
| Blogger Theme by
NewBloggerThemes.com



