Masa remaja, banyak yang bilang masa peralihan ini ribet. Namanya juga peralihan, pastinya ada aja yang berubah, signifikan atau tidak, tetap saja namanya berubah. Perubahan tidak pernah berjalan mulus dan mudah. Tentu saja untuk berubah dan meninggalkan kebiasaan lama sangatlah sulit. Pastinya itulah yang menyebabkan masa remaja akrab dengan kata galau.
Yang namanya orang galau, pasti konotasinya sudah bukan positif lagi. Identik dengan kebingungan, kesedihan, kesepian, dan kawan-kawan melankolis mereka, galau ini menjadi perasaan relatif dari banyak remaja. Dikit-dikit galau, sakit hati dikit curhat, galau dikit badmood. Ya begitulah kira-kira gambaran dari galau.
Mulai dari kisah cinta sampai makanan bisa jadi bahan untuk menggalau, kawan. Sudah tidak diragukan lagi, kalau remaja sedang jatuh cinta, lalu dibuat patah hati, pastinya akan merasa galau, sedih, sakit hati. Itu sudah mainstream. Karena remaja kekinian membuat apa saja menjadi bahan untuk digalaukan. Seperti makan makanan berlemak atau makan terlalu malam. Ya, makan berlemak dan makan terlalu malam dapat membuat seseorang bertambah gemuk. Itulah yang digalaukan. Berat badan naik 2 kilogram saja sudah merasa naik 10 kilogram entahlah, walaupun menjaga body itu penting, namun ini sih berlebihan.
Sebagai remaja, penulis juga punya masalah yang mungkin juga bakalan cuma muncul pas masa peralihan gini. Kalo dari penulis pribadi, pasti ada perasaan dimana seorang remaja akan merasa annoying dengan orang tua sendiri. Rasanya tidak betah ada di rumah. Dan cenderung akan memprioritaskan teman-teman dibanding keluarga. Annoying disini bagi penulis lebih kepada membatasi seorang remaja yang ingin meng-explore dunianya ini dengan banyak bersosialisasi. Sebagai remaja, penulis sendiri sadar, sekarang penulis bertingkah layaknya seorang pejuang kebebasan. Ingin sekali rasanya untuk dapat berbuat semau dan semampu kita tanpa larangan atau dorongan berlebihan dari orang tua. Bagi penulis, masalah tersebut cukup berdampak tentunya terhadap kepribadian yang makin membingungkan ini. Karena faktor orang tua yang cenderung kaku dan sangat menjunjung tinggi penghormatan terhadap orang yang lebih tua, membuat penulis terkadang merasa tidak dihargai dan bahkan ditekan dan dituntut terus menerus. Rasanya ingin pergi saja dari rumah.
Hal tersebut sebenarnya masih dalam batas wajar. Kebebasan yang dituntut remaja muncul karena berpikir diri mereka dewasa. Bukan sebuah bentuk kedurhakaan kepada orang tua, namun bagaimanapun caranya memang pola pikir remaja dan orang dewasa memang berbeda. Tidak dapat disatukan apalagi dipaksakan dalam 1 pihak.
Penulis telah melalui masa-masa sulit dimana merasa mendapat tekanan berlebihan dari orang tua. Dan setidaknya sudah tidak menjadi beban pikiran lagi.
Jika Anda merasa tertekan karena tidak mendapat support dari satu pihak pun sementara masalah menghujam Anda sederas rintik hujan, maka Anda perlu membaca tips untuk memotivasi diri sendiri berikut ini :
1. Luangkan waktu untuk mengintrospeksi diri
Hal tersebut sebenarnya masih dalam batas wajar. Kebebasan yang dituntut remaja muncul karena berpikir diri mereka dewasa. Bukan sebuah bentuk kedurhakaan kepada orang tua, namun bagaimanapun caranya memang pola pikir remaja dan orang dewasa memang berbeda. Tidak dapat disatukan apalagi dipaksakan dalam 1 pihak.
Penulis telah melalui masa-masa sulit dimana merasa mendapat tekanan berlebihan dari orang tua. Dan setidaknya sudah tidak menjadi beban pikiran lagi.
Jika Anda merasa tertekan karena tidak mendapat support dari satu pihak pun sementara masalah menghujam Anda sederas rintik hujan, maka Anda perlu membaca tips untuk memotivasi diri sendiri berikut ini :
1. Luangkan waktu untuk mengintrospeksi diri
Introspeksi diri bukanlah hal yang sepele dan dianggap hanya membuang-buang waktu. Terkadang, Anda harus meluangkan sedikit waktu dari kesibukan kita untuk dapat merenungkan apa saja yang telah kita lakukan atau setidaknya hanya menjaga pikiran Anda agar tetap berkepala dingin dalam mengambil keputusan. Cukup dengan terlepas dari gadget, televisi, dan sebagainya serta menunda sejenak pekerjaan Anda, Anda sudah dapat berpikir dengan lebih jernih. Mengintrospeksi diri membutuhkan ketenangan diri, untuk terfokus pada satu pemikiran yang dalam dan mengabaikan yang lain terlebih dahulu. Dengan terbiasa untuk memfokuskan pemikiran pada satu masalah, Anda akan lebih tenang menghadapi sesuatu.
2. Menikmati lagu klasik
Semua orang pasti menyukai musik, atau setidaknya dapat menikmati lagu. Dan setiap orang memiliki selera masing-masing dalam hal musik. Ada yang menyukai lagu yang nge-beat seperti pop dan rock, musik swing seperti jazz dan blues, relaxing seperti musik klasik, dan lagu dengan dropping yang asik seperti EDM. Setiap orang pasti memiliki alasan menyukai aliran musik tertentu. Itu jika relatif tentunya. Di saat-saat tertentu, seseorang perlu menikmati aliran musik lain yang sebenarnya 'bukan dia banget'. Musik klasik, mencakup banyak manfaat bagi keadaan psikis manusia. Lagu klasik terbukti dapat meningkatkan IQ manusia, meningkatkan keterampilan dalam bermusik, meningkatkan kepekaan panca indera dan sosial, serta membuat pikiran seseorang menjadi rileks. Mendengarkan musik klasik membuat pikiran seseorang menjadi dingin dan menenangkan.
3. Melakukan hobi secara lebih berkala
Tentunya hobi merupakan kegiatan favorit dari setiap individu. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai, Anda dapat mengungkapkan apa yang ada di pikiran Anda sekedar untuk pelampiasan. Setelah merasa lelah dengan segala kegiatan dipenuhi tuntutan dari berbagai pihak, tentunya hobi menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan dan membuat Anda lebih dapat menjadi diri Anda sendiri. Dengan menjadikan hobi sebagai pelampiasan, setidaknya beban pikiran Anda akan berkurang sesaat, dan tentunya tetap bermanfaat bagi diri Anda sendiri.
4. Memenuhi moodbooster terutama makanan
Bicara soal makanan, sudah tidak mengherankan lagi jika makanan menjadi salah satu penghilang stres. Banyak yang menjadikan makan sebagai pelampiasan dari badmood. Dengan makan, seseorang akan menjadi kenyang, jelas. Tidak hanya itu, kegiatan makan yang mengenyangkan juga terasa menyenangkan. Memakan makanan favorit atau 'yang penting enak' dapat membuat pikiran terfokus pada nikmatnya makanan dan jelas dapat melupakan berbagai masalah yang menghujam Anda.
5. Mengoleksi quotes dari berbagai sumber
Ini juga merupakan salah satu cara ampuh untuk menenangkan diri. Mengoleksi quotes bukan hanya dapat memotivasi diri Anda, tetapi juga Anda dapat belajar memaknai sesuatu secara lebih bermakna dan mendalam. Quotes bukanlah kata-kata tingkat tinggi yang membingungkan, bukan? Quotes adalah hasil pandangan seseorang tentang suatu hal yang menginspirasi dirinya. Dan nyatanya semua orang dapat membuat quote dari diri mereka masing-masing. Mengoleksi dan mencoba membuat sendiri quotes, selain dapat memotivasi diri, juga dapat membantu Anda untuk menemukan jati diri Anda. Membuat quotes membutuhkan pemikiran mendalam, sehingga Anda dapat mengenal diri Anda sendiri dengan lebih intens.
Pada dasarnya, kelima langkah di atas merupakan cara mainstream untuk menenangan diri Anda dalam suasana yang buruk. Anda adalah diri Anda sendiri. Anda pasti memiliki cara tersendiri untuk menemukan solusi terhadap masalah-masalah Anda atau setidaknya dapat menenangkan diri Anda.
So don't forget to dream and reach your own 7th sky.
Sampai jumpa di entri berikutnya.
- Sheefa -



